Ngeri, dua terduga teroris masih bersembunyi di Pegunungan Mawu

INTERAKSI7.COM, JAKARTA – Dua terduga Teroris masih BUron di Bima, Nusa Tenggara Barat, Polisi menyakini, mereka Berada di Sekitar pengunungan mawu, Bima, “Dua orang masih di sekitar Gunung itu,” kata kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisito di Mabes Polri jakarta selatan

Setyo yakin, mereka Tak Bakal Berpindah Jauh Dari Wilayah Pegunungan itu. Keduanya Bakal Bertahan Hidup di Wilayah Tersebut. Jakarta selasa (31/10/2017), “Kita harapkan mereka menyerah. Kemudian menyerakan diri kepolisian Setempat, Pasti akan diperlakukan Baik. Tapi kalau mereka melawan, apa Boleh Buat,” Ujarnya dia.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Anti Teror Rite Asakota, Pegunungan Mawu, Perbatasan kota Ambalawi, Kabupatan Bima. Kontak Senjata Terjadi sekitar pukul 09.45 Wib, Dalam Kejadian itu, dua Terduga Teroris Tewas Sementara dua orang lain Berhasil Kabur.

Kadiv humas mabes polri Irjen pol Setyo Wasisto saat Rilis Teroris Jaringan Bima di mabes polri, Kolompok Teroris bima yang beraksi beberapa waktu lalu, masih diburu aparat kepolisian, Sebagian Anggota kelompok teroris yang tersisa diduga melarikan diri dan bersembunyi di pegunungan sarume, mawu, bima, NTB.

“Tempat persembunyiannya masih kita dalami, tapi yang jelas tidak jauh dari lokasi kontak senjata dengan Anggota itu,” kata wakapolda NTB kombes pol tajuddin di mataram.

Dari laporannya, dalam aksi merupakan kelompok teroris Imam menandar pelaku penembakan dua Anggota kepolisian di bima, ada dua yang diduga berhasil Informasi dari anggota di lapangan memang ada yang melarikan diri,” terang kombes tajuddin.

Dua terduga teroris itu tidak lain pimpinan kelompoknya, Imam munandar dan seorang rekannya iqbal. Keduanya kabur setelah ma alias one dance dan RFI alias yaman tewas tertembak di pegunungan oi sarume.

“Jadi Imam munandar ini yang juga ikut kabur bersama seorang rekannya, iqbal,” ujarnya.

Kelompok Imam munandar ini Terindikasi sebagai pelaku penembakan dua anggota kepolisian yang bertugas di polres bima kota, Aksi penembakan itu terjadi pada 11 september lalu, Usai kedua Anggota tersebut mengantarkan anaknya sekolah.

Indikasi itu muncul berdasarkan serangkaian penyelidikan yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Tim densus 88 antiteror. Karena itu, tajuddin tidak meragukan lagi bahwa kedua almarhum yang tewas dalam aksi baku tembak di pegunungan sarume itu turut terlibat dalam penembakan dua anggota kepolisian pada 11 september 2017 di bima kota.

“Tentunya polri dalam hal ini melakukan suatu tindakan sudah berdasarkan bukti yang kuat sehingga meyakinkan bahwa pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda sulawesi barat itu.

Related Posts

Add Comment